Artinya dalam bahasa Sanskerta berarti “Bodhisattva yang Mencapai Kekuatan Besar”, adalah perwujudan dari kebijaksanaan yang luar biasa.
Bersama Avalokiteśvara Bodhisattva, Beliau kerap digambarkan mendampingi Buddha Amitabha di Tanah Suci Sukhāvati.
Mahasthamaprapta melambangkan kekuatan samādhi yang memancarkan kebijaksanaan. Cahaya kebijaksanaan-Nya mampu menembus kegelapan batin dan membebaskan semua makhluk dari penderitaan.
melalui praktik
“mengingat Buddha (Buddhānusmrti) tanpa henti”.
Beliau tidak mengandalkan pengendalian pikiran atau pengamatan fenomena luar, melainkan kekuatan ingatan dan ketekunan dalam menyatukan pikiran pada Buddha.
kita memperoleh ketenangan mendalam dan secara bertahap memasuki samādhi besar, keadaan di mana pikiran menyatu dengan kebijaksanaan sejati. Inilah inti dari pencapaian pencerahan-Nya.
Ajaran-Nya menegaskan:
“Kekuatan sejati lahir dari ketekunan batin, bukan dari jasmani, melainkan dari pikiran yang terfokus bajik, dan bijaksana.”
“Saya mengandalkan pikiran yang mengingat Buddha dan tidak pernah terputus. Dari sebab itu, saya memperoleh samādhi yang sempurna.”
1. Memusatkan Pikiran kepada Buddha Amitabha (praktik Nian Fo) untuk menumbuhkan ketenangan batin (samadhi).
2. Menolong dengan Bijaksana: Membantu sesama tidak hanya dengan emosi, tetapi dengan tindakan yang tepat sasaran dan penuh pertimbangan.
3. Menyadari Potensi Kebijaksanaan Dalam Diri:
Percaya bahwa setiap kita memiliki potensi kebijaksanaan batin yang dapat bersinar, sebagaimana Mahasthamaprapta yang menerangi hati semua makhluk.
Leave a Reply