3 Fakta Unik Ajaran Buddha

Sabtu, 27 Juni 2026

Hari Kelahiran Sangharama Bhodisattva

Sangharama Bodhisattva yang dikenal dengan Guān Yũ atau Kwan Kong

merupakan Bodhisattva pelindung vihara dan tempat tinggal para anggota Sangha. Nama ini berasal dari istilah Tionghoa 伽藍菩薩 (Qié Lán Pú Sà), yang secara khusus merujuk pada sosok pelindung suci bagi lingkungan spiritual umat Buddha.

 

Lahir pada tahun 160 M di Jie Zhou (sekarang Yùn Chéng, Shan Xi).

Guân Yũ, yang juga dikenal dengan nama Yún Cháng, memiliki latar belakang pendidikan dalam kesusastraan dan sejarah. Ia bersama dengan Liú Bèi dan Zhang Fei, membentuk persaudaraan yang dikenal dengan Tiga Pertalian Setia di Taman Bunga Persik.

 

Perjuangan di Kerajaan Hàn

Bersama Liú Bèi dan Zhang Fei, Guan Yu berjuang untuk menegakkan hukum dan membersihkan kerajaan Hàn dari korupsi. Meskipun kerajaan Hàn akhirnya terpecah menjadi tiga kerajaan, perjuangan mereka tetap dikenang dalam sejarah Tiongkok, terutama dalam periode San Guó (Tiga Negara). Pada usia 60 tahun, Guân Yũ gugur dalam pertempuran, namun kesetiaannya tetap dihormati sepanjang sejarah.

 

Setelah kematiannya, kisah spiritual Guan Yŭ berlanjut.

Dalam catatan sejarah Buddhis, pada tahun 592 M, Guan Yŭ bersama putranya, Guân Píng, muncul dalam bentuk gaib untuk
membantu pendiri aliran Tian Tái, Master Zhì Yĩ, dalam pembangunan vihara. Setelah mendengarkan Dharma dari Zhì Yĩ, Guan Yũ memutuskan untuk menjadi pengikut Buddha dan menerima Abhisekha Trisarana.

 

Guān Yŭ sebagai Sangharama Bodhisattva

Meskipun tidak tercatat dalam Sutra Mahayana sebagai Sangharama, dedikasi Guan Yŭ dalam melindungi vihara dan ajaran Buddha menjadikannya dihormati sebagai Bodhisattva Sangharama di Mahayana Tiongkok. Ia sering digambarkan berdampingan dengan Dharmapala Veda, dan bersama-sama melindungi jaran Buddha, menjadi simbol kesetiaan dan perlindungan Dharma.

 

Penghormatan di Kalangan Berbagai Agama

Penghormatan terhadap Guan Yŭ meluas tidak hanya dalam Buddhisme Mahayana, tetapi juga di Tibet, Mongolia, Taoisme, dan Konghucu. Di Tibet, ia dikenal sebagai Karma Hansheng dan di kalangan umat Tao dan Konghucu, ia dihormati sebagai dewa pelindung perang, kesusastraan, dan masyarakat. Meskipun memiliki latar belakang sebagai jenderal perang, penghormatan terhadapnya lebih menekankan pada nilai kesetiaan, pengabdian, dan perlindungan terhadap masyarakat. Ia juga mengajarkan pentingnya menjaga norma susila, tidak tergoda oleh kesenangan atau harta, dan selalu mengutamakan orang lain.


Sumber: Mudita Center

Hari Kelahiran Sangharama Bodhisattva
Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *