Ibumu Orang Pertama Yang Kamu Abaikan

April 28, 2025

Ibumu Orang Pertama Yang Kamu Abaikan

Saat kecil, dunia kita cuma seluas pangkuan ibu. Kita menangis, ibu yang menenangkan. Kita lapar, ibu yang menyuapi. Tanpa ibu, kita bahkan mungkin tidak bertahan hidup sehari pun. 

 

Ketika remaja, dunia mulai terasa lebih luas. Kita merasa tahu segalanya. Ibu jadi sosok yang “menyebalkan” terlalu cerewet, terlalu mengatur. Kita mulai mengabaikan nasihatnya, membantah ucapannya, merasa bahwa tanpa ibu pun, kita baik-baik saja.

 

Dewasa kita berkata, “Aku bisa hidup tanpa ibu. Kita sibuk mengejar impian sendiri, sering lupa bahkan sekadar bertanya, “Apakah ibu sudah makan?”

 

Dalam ajaran Buddha, ditekankan bahwa jasa orang tua, khususnya ibu, sangat dalam dan sulit dibalas. Sekalipun seseorang menggendong orang tuanya seumur hidup, memandikan, memberi makan, dan merawat mereka, itu belum cukup untuk membalas semua cinta, pengorbanan, dan penderitaan yang mereka alami demi anaknya.

 

Penghormatan sejati kepada orang tua adalah dengan membantu mereka berkembang dalam kebajikan, kebijaksanaan, dan jalan menuju pembebasan. Cara tertinggi membalas budi orang tua, menurut Buddhadharma, adalah mendharmakan diri – mengembangkan kebijaksanaan, belas kasih, dan berjuang demi kebahagiaan semua makhluk. Bukan hanya membahagiakan ibu secara duniawi, tapi membawanya dan semua makhluk menuju pembebasan sejati dari penderitaan.

 

Karena pada akhirnya, mencintai ibu adalah bagian dari mencintai semua makhluk.

Ibumu Orang Pertama Yang Kamu Abaikan
Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE