Ineb: Membawa Cinta Kasih Ke Tengah Puing-puing Myanmar

Kamis, 01 Mei 2025

Ineb: Membawa Cinta Kasih Ke Tengah Puing-puing Myanmar

Sebulan setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar pada 28 Maret, the International Network of Engaged Buddhists (INEB) membagikan pembaruan mengenai upaya bantuan kemanusiaan yang masih terus berlangsung untuk masyarakat yang terdampak parah. INEB langsung merespons krisis ini dengan menggalang bantuan internasional. Hingga kini, hampir 200.000 orang masih mengungsi. Meski perhatian media global mulai mereda, INEB terus menyalurkan bantuan dan menyusun rencana jangka panjang.

 

Laporan media domestik menyebutkan korban meninggal telah mencapai 5.350 orang, dan angka tersebut diperkirakan bisa melebihi 10.000. Selama 1-25 April, INEB membantu lebih dari 22.000 orang dengan menyediakan makanan, air, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, dan tempat penampungan sementara. Total donasi mencapai 1,7 juta baht Thailand (sekitar 51.800 USD) dari 369 donatur, dengan distribusi bantuan ke lima wilayah utama: Sagaing, Mandalay, Danau Inle, Amarapura, dan Kyaukse. Sebagian dana juga digunakan untuk memperkuat komunikasi bagi tim respons bencana.

 

Menurut Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan ASEAN, gempa merusak lebih dari 400 jalan, 300 fasilitas kesehatan, 2.500 sekolah, dan 55.000 rumah, dengan kerugian mencapai 1,9 millar USD. Musim siklon yang akan segera datang memperburuk kondisi para pengungsi. INEB, yang didirikan oleh Prof. Sulak Sivaraksa pada 1989, merupakan jaringan global yang berfokus pada keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan perdamaian dunia melalui prinsip-prinsip ajaran Buddha. Mereka juga aktif dalam dialog lintas agama dan advokasi HAM.

 

INEB mengajak semua umat Buddha dan tokoh spiritual untuk merespons dengan welas asih (karuna), cinta kasih (metta), dan menegakkan prinsip tanpa kekerasan (ahimsa). Mereka menekankan pentingnya aksi nyata demi meringankan penderitaan dan membangun dunia yang lebih adil dan damai.

Ineb: Membawa Cinta Kasih Ke Tengah Puing-puing Myanmar
Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *