Kamboja adalah negara kecil di Asia Tenggara dengan mayoritas penduduknya beragama Buddha. Wihara tersebar di berbagai penjuru kota dan desa, menjadi pusat kegiatan spiritual masyarakat.
Negeri ini juga kaya situs suci seperti Angkor Wat dan pusat meditasi yang masih aktif hingga kini. Banyak praktisi Buddhis dari dunia datang untuk belajar dan mempraktikkan Buddhadharma.
Namun banyak orang Indonesia pasca-pandemi, Kamboja bukan dikenal karena ajaran Buddha-nya, melainkan karena peluang kerja di industri online khususnya jud*. Pemerintah Kamboja sendiri telah melegalkan industri perjud* an, dan banyak perusahaan berbasis daring beroperasi di sana. Banyak anak muda ke Kamboja demi gaji tinggi.
Sayangnya, tak sedikit yang terjebak. Kasus trafficking, kerja paksa, dan eksploitasi meningkat. Mereka dikurung, dipaksa bekerja berjam-jam tanpa hak jelas. Tapi uangnya tetap dikirim ke Indonesia.
Di tengah sulitnya ekonomi, wajar jika banyak orang mencari peluang ke luar negeri. Uang penting, dan kebutuhan hidup tidak bisa ditunda. Tapi penting juga untuk memahami risiko yang mengintai di balik janji manis pekerjaan, terutama di industri yang tak sepenuhnya legal dan manusiawi.
Daripada terjebak jalan pintas yang penuh bahaya, akan lebih aman jika ada dukungan nyata dari pemerintah dan masyarakat: pelatihan kerja, akses informasi, dan perlindungan hukum. Kamboja bisa tetap menjadi ruang mencari nafkah asal jalannya jelas, aman, tetapi terkadang ada banyak orang dihadapkan pilihan yang tak ada.
Leave a Reply