Karma bukan “semesta akan membalas dia.”
Karma adalah sebab-akibat dari niat dan tindakan kita.
(Anguttara Nikāya 6.63). Artinya: karma dimulai dari apa yang kita pilih untuk pikirkan, ucapkan, dan lakukan.
Tugas kita bukan menunggu dia “kena karma”.
Tugas kita adalah memastikan luka itu tidak membuat kita menciptakan luka baru.
“Kebencian tidak pernah berakhir melalui kebencian.”
(Dhammapada 5). Memutus rantai kebencian juga bagian dari latihan.
Sebelum membalas chat. Sebelum membuat story sindiran. Sebelum ikut cancel seseorang. Sebelum mengetik komentar kasar.
Tanya dulu: “karma apa yang sedang saya tanam?”
Sutra Kşitigarbha Bab 4 membahas akibat karma dari perbuatan makhluk. Pesannya bukan:
“Tunggu dia dihukum.”
Tetapi: “Sadari akibatnya. Berubah sebelum terlambat.”
Karma bukan tentang: “Kapan dia akan kena?”
Karma mengajak kita bertanya: “Setelah semua yang terjadi, saya memilih menjadi manusia seperti apa?”
Jaga niat.
Jaga ucapan.
Jaga tindakan.
Leave a Reply