Kadang kita berpikir demikian. Terus pindah, awalnya enak.
Eh beberapa waktu kemudian…
kok kejadian lagi?
Istilah yang sering kita dengar
Simpelnya:
muter lagi, muter lagi, muter lagi.
Kayak beda episode, tapi plot-nya mirip.
Tapi kalau dilihat lebih dekat, dalam hidup sekarang pun kita sering punya… “loop” sendiri.
Ada sesuatu yang nggak enak, langsung pengin kabur.
Ada sesuatu yang enak, langsung pengin lagi.
Disentil dikit, emosi.
Dipuji dikit, pengin dipuji terus.
Auto-react.
vedanā → taṇhā
Ada rasa, lalu muncul:
“gue mau ini.” atau “gue nggak mau ini.”
Nah di antara dua itu sebenarnya ada jeda.
kita sering nggak sadar ada jeda itu.Rasa muncul, Langsung gas.
Nggak nyaman → kabur.
Kesal → balas.
Senang → nempel.
Terus…
loop lagi.
“Tidak ada perbedaan sedikit pun antara saṃsāra dan nirvāṇa.”
Mungkin maksudnya bukan:
“kabur sejauh mungkin dari hidup ini.”
Tapi belajar melihatnya dengan cara yang berbeda.
pacarnya, kerjaannya, kotanya, atau circlenya.
Kadang yang perlu di-upgrade:
cara kita bereaksi.
kalau pola lama ikut pindahan juga.
Jadi mungkin pertanyaannya bukan:
“Gue harus pergi ke mana?”
Tapi:
“Gue masih muter di pola yang mana?”
Leave a Reply