Berpisah tidak memberi kita hak untuk membuka semua rahasia.
Jangan karena hubungan selesai, lalu:
• Kelemahannya dijadikan bahan tertawaan
• Aib atau cerita masa lalu dipakai untuk memenangkan simpati
• Atau cerita masa lalu dipakai untuk memenangkan simpati.
Apa yang pernah dipercayakan kepada kita saat hubungan baik tetap layak dijaga saat hubungan berakhir.
Jangan ubah orang yang pernah kamu cintai menjadi “penjahat dalam ceritamu” hanya supaya kamu terlihat sepenuhnya benar.
Hubungan bisa gagal tanpa salah satu pihak harus menjadi monster.
Kedewasaan adalah mampu berkata:
“Kami tidak berhasil bersama.”
Tanpa harus berkata:
“Dia manusia paling buruk yang pernah ada.”
Karena itu, sebelum bicara tentang seseorang yang sudah tidak bersama kita, tanya:
• Dan apakah cara menyampaikannya tidak sengaja melukai?
Leaving With Dignity Juga Berarti:
Jangan berikan harapan palsu.
Kalau memang selesai, jangan terus menariknya kembali hanya saat kita kesepian. Jangan berkata “Aku masih sayang” kalau sebenarnya kita tidak ingin kembali.
Kejelasan bisa terasa pahit. Tapi ketidakjelasan bisa membuat luka bertahan jauh lebih lama.
Dan itu tidak selalu membuat masa lalunya palsu. Seseorang bisa pernah membuat kita bahagia dan tetap bukan orang yang akan berjalan bersama kita selamanya.
Tidak semua yang berakhir harus dibenci.
berterima kasih, belajar, dan melepaskan.
atau membuatnya menyesal pernah mempercayaimu.
Leave a Reply