Mas Eka Sumitra Saya Ingin Seperti Ayah Merawat Candi Borobudur

Kamis, 15 Mei 2025

Mas Eka Sumitra Saya Ingin Seperti Ayah Merawat Candi Borobudur

Walaupun kini telah pensiun, hubungan antara Werdi dengan Borobudur tak berhenti. Ilmu-ilmunya diwariskan kepada anak laki-lakinya, Eka Sumitra, yang kini menjadi pemelihara Candi Borobudur. “Saya ingin menjadi penerus Bapak. Siapa lagi kalau bukan kita sebagai anak muda yang melanjutkan pelestarian dan perawatan Borobudur, kata Eka.

 

Penggalian Candi Borobudur dilakukan pada abad ke-19. Ketika ditemukan kembali, Candi Borobudur terkubur di balik bukit yang ditumbuhi pohon dan semak belukar.

 

Hubungan antara Werdi dengan Borobudur ternyata tidak putus. Ilmu-ilmu yang didapat diwariskan kepada anak laki-lakinya, Eka Sumitra, 41 tahun, yang kini menjadi penerus sebagai pemelihara Candi Borobudur. Kesempatan Eka untuk bekerja di Borobudur datang pada 2010, saat usianya 29 tahun. Sebelumnya, dia telah melanglang buana mencari pekerjaan di beberapa tempat, salah satunya di sebuah pabrik di Jakarta.

 

“Saya ingin menjadi penerus Bapak. Siapa lagi kalau bukan kita sebagai anak muda yang melanjutkan pelestarian dan perawatan candi. “Nanti anak cucu kita biar bisa lihat. oh candi itu masih bagus, masih megah,” ujar Eka Eka melihat bapaknya sebagai sosok panutan dan insipirasi. Dari bapak saya belajar sejarah candi, membersihkan, merawat candi, dan ilmu-ilmu tentang batu-batuan.” Tak terasa 15 tahun Eka telah bekerja untuk Borobudur. Dia ingin seperti bapaknya, menghabiskan kariernya di Borobudur.

 

Eka berharap anaknya dapat mengikuti jejak dirinya dan ayahnya. “Saya berharap anak saya jadi arkeolog, mau kerja di candi seperti bapaknya dan kakeknya. Biar generasi kami terus melestarikan Borobudur. Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko atau InJourney Destination, Febrina Intan, memandang profesi juru pugar dan juru pelihara Borobudur sebagai bagian utama menjaga keberlanjutan dan keaslian Candi Borobudur.

 

Untuk itu, katanya, TWC akan mendorong penyelenggaraan program pertukaran mereka ke situs-situs warisan dunia lain, seperti Angkor Wat, Machu Picchu, dan lainnya. “Agar para pemugar mendapatkan wawasan global dan memperluas jaringan profesional. Selain itu, program edukasi dari pakar konservasi dari luar negeri untuk memberikan workshop dan mentoring di Indonesia bisa dilakukan, katanya. 

 

Sumber: bbc.com/indonesia | Kisah satu keluarga lintas generasi merawat candi Buddha terbesar di dunia – Saya dilahirkan untuk melestarikan Borobudur

Mas Eka Sumitra Saya Ingin Seperti Ayah Merawat Candi Borobudur
Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *