OVERTHINKING MENYUSAHKAN SAJA

OVERTHINKING MENYUSAHKAN SAJA

Overthinking merupakan penggabungan dari dua kata, yaitu over (berarti berlebih) dan thinking (berarti berpikir).

 

Overthinking adalah tindakan berpikir secara berlebihan yang mana dalam suatu momen seseorang menjadi tenggelam dalam pikirannya sendiri sehingga menumbuhkan kecemasan dan kekhawatiran dalam dirinya. Orang yang mengalami overthinking cenderung akan menguras tenaga dan waktunya.

 

Dilihat dari sudut pandang Buddhisme, overthinking adalah suatu hal yang tidak bijaksana karena overthinking merupakan bentuk dari manusia yang tidak bisa mengendalikan pikirannya sendiri. Dalam Dhammapada, dituliskan bahwa Buddha sering sekali membabarkan Dhamma mengenai pengendalian diri dan pikiran. Salah satu khotbah Buddha perihal topik ini datang dari kisah seorang Bhikkhu yang bernama Cakkhupala.

 

BUDDHA MENYAMPAIKAN: “Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, kebahagiaan akan mengikutinya bagaikan bayang-bayang yang tidak pernah meninggalkan bendanya.”

 

BUANG JAUH-JAUH kebiasaan overthinking! Latihlah pengendalian diri dan pikiran agar hidup senantiasa bahagia, damai, dan sejahtera. Di dalam Visuddhimagga, Buddha membabarkan car untuk mengendalikan diri, yaitu pengendalian diri melalui kemoralan, pengendalian diri melalui kesadaran pikiran, pengendalian dir melalui pandangan terang, pengendalian diri melalui kesabaran, dan pengendalian diri melalui usaha atau semangat.

 

Sumber: 

 | Overthinking Hana Menyusahkan, Kata Sang Buddha! Mengapa Begitu? I Dila Hargeliana Karitra | Mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE