Mengenal Sosok Panutan KH. Nasaruddin Umar
– Lahir: 23 Juni 1958, Ujung Bone, Sulawesi Selatan
– Mantan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia
– Imam Besar Masjid Istiqlal sejak 2016
– Pendiri & Ketua Yayasan Masyarakat Dialog Peradaban
– Dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah dan berbagai universitas luar negeri
Beliau dikenal sebagai ulama pemersatu, akademisi, dan tokoh global dalam isu perdamaian dan dialog antaragama.
Keteladanan yang Menginspirasi
– Berilmu tinggi namun rendah hati
– Lembut namun tegas membela kemanusiaan
– Konsisten mempromosikan Islam rahmatan lil ‘alamin
– Sahabat semua agama
Beliau menjadikan cinta kasih universal dan keadaban spiritual sebagai jalan membangun bangsa.
Dalam ceramahnya beliau sering menyampaikan: “Ketika manusia kehilangan kasih sayang, ia kehilangan kemanusiaannya.”
Kedekatan dengan umat Buddha menghormati Dharma, menghargai semua jalan spiritual aktif berdialog dengan Sangha dan umat Buddha di Indonesia. Beberapa kali menjadi tamu kehormatan dalam Hari Raya Waisak Nasional. Memfasilitasi Masjid Istiqlal sebagai ruang dialog dan kunjungan umat lintas agama, termasuk Buddhis. Dalam pidatonya: “Jangan saling mengklaim surga. Surga itu milik orang yang berhati baik, bukan yang suka menghakimi.”
Dunia butuh ulama seperti Beliau, dalam berbagai kesempatan, beliau menekankan bahwa: “Agama harus menyatukan, bukan memecah. Beragama itu seperti berlayar ke pulau seberang: perahunya boleh beda, tujuannya sama. Itulah mengapa beliau dicintai lintas kalangan, lintas iman. Di tengah tantangan zaman, beliau menjadi penyejuk, bukan provokator.
Terima kasih, Pak Kiai. Hari ini kami semua bersyukur atas usia dan keteladanan Bapak. Semoga panjang umur, sehat lahir batin, dan terus menyinari Nusantara dengan cahaya welas asih, seperti pelita Dharma yang tidak pernah padam.
Leave a Reply