Metta bukan sekadar doa. Metta adalah aksi sadar untuk mengurangi penderitaan. Hari Metta lahir bukan dari slogan, tetapi dari pelayanan sosial nyata.
Hari Metta berakar pada 1 Januari 1970. Tanggal ini dipilih bertepatan dengan peresmian Hong Kong Buddhist Hospital, sebuah rumah sakit sosial yang melayani tanpa membedakan latar belakang.
Rumah sakit ini didirikan oleh Hong Kong Buddhist Association sebagai wujud praktik Dhamma dalam pelayanan nyata. Metta tidak hanya diajarkan, tetapi dihidupkan melalui perbuatan.
Dalam peristiwa tersebut, World Buddhist Sangha Council menegaskan bahwa pelayanan sosial adalah perwujudan cinta kasih yang nyata. Sejak saat itu, Hari Metta dipahami sebagai ajakan global untuk welas asih yang aktif.
Metta bukan sekadar perasaan baik atau ucapan manis. Metta adalah merawat yang sakit, mendampingi yang lemah, dan menolong tanpa pamrih.
Penderitaan tidak memilih agama. Maka welas asih juga tidak boleh memilih-milih. Metta bersifat universal, tanpa syarat, dan membebaskan.
Kebijaksanaan tanpa welas asih terasa dingin. Welas asih tanpa tindakan terasa kosong. Dhamma menemukan maknanya saat hadir di tengah kehidupan nyata.
Hari ini, lakukan satu Metta kecil: menyapa dengan tulus, membantu satu orang, dan meringankan satu penderitaan. Biarkan Metta berjalan dari hati ke dunia.
Sepuluh tahun YBA tumbuh bersama Dharma dan bergerak bersama pemuda.
Leave a Reply