Murdaya Widyawimarta Poo, lahir pada 12 Januari 1946 di Blitar, Indonesia, adalah seorang filatropis dan tokoh Buddhis terkemuka yang memiliki peran signifikan dalam perkembangan Buddhadharma di Indonesia. Sebagai suami dari Hartati Murdaya, ia dikenal luas sebagai penyantun utama dalam pembangunan wihara-wihara besar serta pendukung berbagai kegiatan keagamaan Buddhis. Dukungan moril dan materill serta organisasional darinya memungkinkan berdirinya banyak infrastruktur spiritual yang menjadi pusat pembinaan umat.
Perjalanan Murdaya memulai kariernya sebagai penjual koran di masa muda sebelum terjun ke bisnis konstruksi pada tahun 1972. Pada tahun 1992, ia mendirikan Central Cipta Murdaya (CCM), sebuah konglomerat dengan diversifikasi bisnis di bidang teknik, teknologi informasi, kelapa sawit, dan kayu lapis. Salah satu proyek unggulannya adalah Jakarta International Expo, salah satu pusat konvensi terbesar di Jakarta. Selain itu, ia memiliki saham signifikan di Metropolitan Kentjana, pengembang properti yang mengoperasikan beberapa mal dan kompleks perumahan di Jakarta, termasuk Pondok Indah Mall.
Murdaya menikah dengan Sit Hartati Murdaya, seorang pengusaha dan pemimpin Buddhis terkemuka. Sebagai seorang vegetarian yang gemar bermain golf, Murdaya dikenal karena kepribadiannya yang rendah hati meskipun memiliki kekayaan dan kesuksesan yang luar biasa.
Selain kontribusinya dalam bidang keagamaan, Murdaya dan istrinya aktif dalam kegiatan filantropi, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Mereka terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan, termasuk bantuan pasca bencana dan layanan medis gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Murdaya Poo wafat pada 7 April 2025 pukul 13.57 waktu Singapura, setelah dua tahun berjuang melawan kanker. Kepergiannya meninggalkan jejak yang kuat dalam dunia usaha dan pelestarian serta penyebaran ajaran Buddha di Indonesia.
Karya dan kebajikanmu yang menyebar bak kuntum bunga dan seharum dupa, kebajikan adalah kebajikan, tanpa mengenal siapa pun yang menghirup aroma kebajikan. Pun demikian dengan perbuatan yang telah dilakukan. Turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga beliau dengan karma baik dan dukungan doa, terlahir di alam bahagia.
Leave a Reply