Kita bisa bilang itu tapi pas capek atau marah pola lama bisa muncul lagi.
Science nemuin itu, tapi yang penting, risiko bukan takdir.
17,1% meneruskan siklus.
Tapi 23,6% berhasil memutusnya.
Tapi bukan berarti:
“orang tua terluka, anak pasti ikut terluka.”
cara marah. cara diam. cara minta maaf.
Anak bukan cuma dengar. Mereka ngalamin.
Semakin sering pola diulang,
semakin gampang muncul lagi.
“Dulu aku diperlakukan begini”
nggak harus jadi:
“aku akan ngelakuin hal yang sama.”
Kita bisa bilang:
“aku ngerti asalnya.”
Tapi juga:
“cukup sampai aku.”
Tapi lebih sedikit luka
yang harus dibawa anak kita nanti.
Pola apa yang pengin kamu hentikan?
Leave a Reply