“Beri jalan… beri jalan!” teriak massa di depan Mapolda DIY. Mereka mengenali mobil berplat AB 10 HBX, lalu berseru, “Ini Sultan… ini Sultanku!” Suasana yang sebelumnya ricuh mendadak berubah. Api padam, teriakan mereda, dan massa yang semula marah berganti tenang, bahkan menyambut dengan hormat, “Sugeng rawuh, Ngarsa Dalem.”
Sejak lama manusia mengenal kisah tentang iblis dan malaikat, dua kekuatan yang digambarkan saling tarik menarik. Namun Buddhadharma menuntun kita melihatnya bukan sebagai makhluk eksternal, melainkan sebagai simbol batin kita sendiri. Ada sisi yang cenderung gelap dan menjerat, ada pula sisi terang yang mengangkat dan membebaskan. Semua itu hidup berdampingan dalam diri setiap manusia.
Dalam ajaran Buddha, tidak ada "surga khusus anjing", tetapi hukum kamma berlaku sama bagi semua makhluk, tanpa terkecuali. Seekor anabul atau anjing bisa lahir di alam yang lebih baik, termasuk alam deva, bila sebab-akibat batinnya cukup mendukung. Namun yang lebih sering terjadi, hewan berjasa akan naik ke alam manusia dengan kondisi yang lebih baik
Kematian mendadak sering meninggalkan duka dan pertanyaan. Saat papa wafat karena kecelakaan di jalan tol, muncul kekhawatiran: apakah ia akan menjadi hantu gentayangan? Tubuh dapat diibaratkan radio, batin adalah siaran. Ketika radio hancur, siaran tidak hilang, melainkan berlanjut ke "perangkat" baru sesuai kebiasaan dan batin terakhirnya.
Bulan ke-7 dalam kalender lunar sering disebut sebagai Ghost Month atau bulan hantu. Konon, pada bulan ini arwah bebas keluar dari alam bawah, sehingga masyarakat Tionghoa kerap mengaitkannya dengan hal-hal yang menyeramkan. Namun, dalam ajaran Buddha, bulan ini justru dipandang dengan makna yang lebih dalam.
Bulan ke-7 dalam kalender lunar sering disebut sebagai Ghost Month atau bulan hantu. Konon, pada bulan ini arwah bebas keluar dari alam bawah, sehingga masyarakat Tionghoa kerap mengaitkannya dengan hal-hal yang menyeramkan. Namun, dalam ajaran Buddha, bulan ini justru dipandang dengan makna yang lebih dalam.
Di zaman sekarang, ternyata sulit sekali untuk hidup biasa-biasa saja. Banyak orang terdorong untuk selalu tampak hebat, mengejar pengakuan, dan membandingkan diri dengan orang lain. Media sosial menambah tekanan, seolah hidup harus selalu penuh pencapaian yang "wah". Padahal, semakin kita sibuk tampil hebat di luar, sering kali semakin kosong di dalam.
Frank Caprio adalah mantan Ketua Hakim Municipal Court di Providence, Rhode Island, Amerika Serikat. la dikenal luas lewat acara televisi Caught in Providence yang menampilkan sidang-sidang lalu lintas dengan pendekatan penuh empati, humor, dan welas asih. Di balik sikapnya yang lembut, Caprio tetap menegakkan hukum dengan adil, sambil menekankan bahwa keadilan sejati tidak hanya soal hukuman, tetapi juga soal kemanusiaan.