31 Aug
Dalam Buddhisme, peta atau preta dikaitkan dengan akibat karma dan kondisi kekurangan. Pelajari makna kebersihan rumah, ajaran Vinaya, dan pentingnya membersihkan batin.
READ MORE31 Aug
Status terbaru rencana pemasangan Chattra di puncak Candi Borobudur, alasan kajian harus dikedepankan, serta catatan UNESCO-ICOMOS terkait pelestarian warisan dunia.
READ MORE30 Aug
Panduan menjawab pertanyaan tentang praktik Buddhisme dengan tenang dan elegan, mulai dari penghormatan leluhur, doa, hingga makna rupang Buddha tanpa menggurui.
READ MORE29 Aug
Memahami karma kolektif dan karma personal dalam menghadapi bencana dan penderitaan bersama. Kisah ini mengajak kita melihat bagaimana karma, kebajikan, dan welas asih dapat memengaruhi kondisi kehidupan. Jangan menunda berbuat baik, karena setiap pikiran, ucapan, dan tindakan dapat menjadi benih bagi kehidupan di masa depan.
READ MORE28 Aug
Kisah Sadako Sasaki dan 1.000 bangau kertas dari Hiroshima, tentang harapan, penderitaan, welas asih, dan pesan perdamaian bagi generasi berikutnya.
READ MORE27 Aug
Karma bukan hukuman dari semesta, melainkan konsekuensi dari tindakan yang disengaja. Ketika jutaan pilihan manusia terakumulasi—dari konsumsi berlebihan hingga kerusakan hutan dan pencemaran—dampaknya dapat membentuk kondisi yang dirasakan bersama. Melalui ajaran tentang karma dan Vanaropa Sutta, Buddhisme mengajak kita merawat alam, mengurangi keserakahan, dan menyadari bahwa pilihan hari ini membentuk dunia yang kita warisi esok.
READ MORE26 Aug
Apakah 27 Agustus, hari ke-15 bulan ke-7 lunar, benar-benar “hari paling seram”? Dalam tradisi Ullambana, hari ini justru dikaitkan dengan kebajikan, bakti, persembahan, dan pelimpahan jasa. Ketika ketakutan diperkuat oleh ekspektasi negatif, nocebo effect dapat membuat kita semakin cemas. Bagaimana Buddhisme mengajarkan kita menghadapi situasi tegang dengan kewaspadaan, keselamatan, dan welas asih—bukan ketakutan?
READ MORE25 Aug
Pendidikan sejati sering kali disalahpahami sebagai proses menimbun jawaban, padahal ia bermula di titik yang jauh lebih sederhana namun menantang, yaitu keberanian untuk bertanya. Selama bertahun-tahun menghabiskan waktu di bangku sekolah, kita cenderung dijejali dengan berbagai rumus, tanggal sejarah, dan nama-nama penting yang memang memiliki tempatnya tersendiri dalam perkembangan intelektual. Namun, ada satu keterampilan mendasar yang terkadang terabaikan dalam sistem formal kita, yakni kemampuan untuk bertanya demi sebuah pemahaman yang mendalam. Ada perbedaan mendasar antara guru yang sekadar memberikan jawaban dan guru yang mampu menumbuhkan kemampuan bertanya dalam diri muridnya, karena di sanalah proses belajar yang sesungguhnya mulai bernapas.
READ MORE25 Aug
Dari meninggalkan sekolah di usia 16 tahun dan tinggal di biara Buddhis di pedesaan China, hingga menjadi Machine Learning Engineer dan membangun teknologi untuk layanan publik. Kisah Lilly menunjukkan bagaimana meditasi, disiplin, dan deep listening dapat membentuk cara berpikir dan dibawa ke dunia teknologi. Dhamma tidak harus berhenti di ruang meditasi—ia dapat hadir dalam cara kita bekerja, memimpin, dan melayani masyarakat.
READ MORE24 Aug
Karma bukan berarti “semesta akan membalas”, melainkan hukum sebab-akibat yang berawal dari niat, ucapan, dan tindakan. Berlandaskan Anguttara Nikāya 6.63, Dhammapada 5, dan Sutra Kṣitigarbha Bab 4, artikel ini mengajak kita memahami bahwa latihan Buddhis bukan menunggu orang lain menerima akibat, tetapi memilih untuk tidak melahirkan luka dan kebencian baru.
READ MORE