7 Sep
Mengapa kehidupan setiap orang berbeda-ada yang lahir makmur, ada yang miskin, ada yang sering beruntung, ada yang selalu gagal? Menurut ajaran Buddha, hal ini dijelaskan melalui hukum karma. Dalam Culakammavibhangga Sutta (MN 135), Buddha menegaskan bahwa perbedaan nasib makhluk bersumber dari perbedaan perbuatannya.
READ MORE4 Sep
Berdasarkan ajaran Buddha, Setiap perbuatan, baik maupun buruk, adalah benih karma yang akan membuahkan hasil di masa depan. Konsep ini mendasari pandangan bahwa kemakmuran atau kemiskinan sering kali merupakan buah dari tindakan-tindakan masa lalu.
READ MORE3 Sep
Tanda Sejak dalam Kandungan Dalam Jātaka dan Devadūta Sutta (MN 130) disebutkan bahwa makhluk dengan karma berat kadang lahir lewat penderitaan orang tua. Dalam Cūlakammavibhanga Sutta (MN 135) dijelaskan bahwa akibat karma tertentu, seseorang lahir dalam keluarga miskin atau penuh kesulitan rezeki. Karena itu, sejak dalam kandungan kadang ayah menghadapi kesulitan besar dalam nafkah.
READ MORE2 Sep
Dalam ajaran Buddha, kelahiran di alam surga adalah buah dari karma baik. Namun, perlu diingat, itu bukan tujuan akhir, melainkan keadaan sementara. Ada tanda-tanda tertentu yang bisa menunjukkan bahwa seseorang pernah merasakan kehidupan surgawi di masa lampau.
READ MORE1 Sep
Kunci sukses bukan cuma kerja keras. Sukses juga soal seberapa besar kita mau dan mampu membuka peluang. Jika kita ingin hidup makmur dan bermakna, kita harus memahami bahwa praktik ajaran Buddha dapat menjadi panduan yang sangat berharga.
READ MORE31 Aug
“Beri jalan… beri jalan!” teriak massa di depan Mapolda DIY. Mereka mengenali mobil berplat AB 10 HBX, lalu berseru, “Ini Sultan… ini Sultanku!” Suasana yang sebelumnya ricuh mendadak berubah. Api padam, teriakan mereda, dan massa yang semula marah berganti tenang, bahkan menyambut dengan hormat, “Sugeng rawuh, Ngarsa Dalem.”
READ MORE29 Aug
Krisis ditandai kemerosotan atau kemunduran. Menurut Buddha ada empat penyebabnya, yaitu gagal menemukan kembali apa yang hilang, lalai memperbaiki apa yang rusak, konsumerisme, dan mengangkat pemimpin yang tidak bermoral (A. II, 249).
READ MORE28 Aug
Sejak lama manusia mengenal kisah tentang iblis dan malaikat, dua kekuatan yang digambarkan saling tarik menarik. Namun Buddhadharma menuntun kita melihatnya bukan sebagai makhluk eksternal, melainkan sebagai simbol batin kita sendiri. Ada sisi yang cenderung gelap dan menjerat, ada pula sisi terang yang mengangkat dan membebaskan. Semua itu hidup berdampingan dalam diri setiap manusia.
READ MORE27 Aug
Dalam masyarakat modern, banyak orang akhirnya menjadi agnostik praktis atau sekadar beragama di KTP. Label tetap ada, tetapi isi batin kering. Fenomena ini muncul karena perubahan besar dalam cara hidup, nilai, dan cara kita memandang agama.
READ MORE26 Aug
Dalam ajaran Buddha, tidak ada "surga khusus anjing", tetapi hukum kamma berlaku sama bagi semua makhluk, tanpa terkecuali. Seekor anabul atau anjing bisa lahir di alam yang lebih baik, termasuk alam deva, bila sebab-akibat batinnya cukup mendukung. Namun yang lebih sering terjadi, hewan berjasa akan naik ke alam manusia dengan kondisi yang lebih baik
READ MORE