Dharma & Realita

Home / Event / YBA Sowan kepada Bhante Jayamedho, Ungkapkan Apresiasi atas 15 Vassa Pengabdian

YBA Sowan kepada Bhante Jayamedho, Ungkapkan Apresiasi atas 15 Vassa Pengabdian

Senin, 26 Oktober 2026

SURABAYA, 26 Oktober 2026 – Bunga yang dipersembahkan mungkin akan layu, tetapi keteladanan Dhamma dapat terus tumbuh dalam kehidupan orang-orang yang menerimanya. Semangat tersebut menyertai kunjungan Young Buddhist Association of Indonesia (YBAI) kepada Y.M. Bhikkhu Jayamedho Thera, selaku Padesanāyaka Jawa Timur dan Dewan Pelindung YBAI, di Vihara Dhammadipa, Surabaya, Senin (26/10).

 

Dalam kunjungan yang berlangsung pukul 14.15–17.30 WIB tersebut, YBA diwakili oleh Billy Joeswanto, Limanyono Tanto, David Nugraha, dan Valentino Ruslam. Persembahan bunga disampaikan sebagai ungkapan hormat dan terima kasih atas 15 vassa perjalanan kebhikkhuan Bhante Jayamedho, sekaligus kesempatan untuk bersilaturahmi dan menerima nasihat Dhamma.

Menghormati Keteladanan dalam Menjalani Dhamma

 

Bagi YBA, lima belas vassa menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan Bhante Jayamedho dalam menjaga sila, melatih batin, serta membimbing umat. Keteladanan tersebut memberikan dorongan bagi generasi muda untuk terus belajar dan menerapkan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sebagai Dewan Pelindung YBAI, bimbingan Bhante menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi. Kunjungan ini pun menjadi ruang untuk kembali mendengarkan nasihat dan merefleksikan bagaimana kegiatan YBA dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Di tengah kehidupan yang sering mengukur keberhasilan melalui pencapaian dan kepemilikan, perjalanan kebhikkhuan mengajak kita melihat nilai dari kesederhanaan, pengendalian diri, dan latihan melepaskan keterikatan.

Kebahagiaan yang Dapat Dilatih

 

Percakapan bersama Bhante Jayamedho mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masa kini, termasuk FOMO atau rasa takut tertinggal. Dorongan untuk terus mengikuti pencapaian dan kehidupan orang lain dapat membuat seseorang sulit merasa cukup dengan keadaan dirinya.

 

Dalam pertemuan tersebut, kebahagiaan dibicarakan sebagai sesuatu yang dapat dilatih melalui bersyukur, ikhlas, dan memaafkan. Latihan ini mengajak setiap orang mengenali hal-hal baik yang sudah hadir, menerima perubahan dengan lebih lapang, serta belajar melepaskan beban dari pengalaman yang telah berlalu.

 

Pembahasan juga menyentuh gagasan “Alone but Not Lonely”, yaitu menjalani waktu sendiri dengan tetap produktif dan bermakna. Kesendirian dapat menjadi ruang untuk mengenali diri, merawat batin, dan melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Bagi YBA, pesan tersebut relevan dengan tantangan generasi muda yang kerap menghadapi tekanan sosial dan kebiasaan membandingkan diri. Setiap orang dapat belajar membangun kehidupan sesuai kondisi dan kemampuannya, sambil tetap merawat hubungan yang sehat dengan sesama.

Terus Bermanfaat tanpa Harus Merasa Istimewa

 

Salah satu prinsip yang mengemuka dalam percakapan adalah “I’m nothing but doing something”. Pesan ini mengajak setiap orang tetap melakukan hal yang bermanfaat tanpa harus merasa istimewa atau menempatkan dirinya sebagai pusat perhatian.

 

Semangat tersebut menjadi bahan refleksi bagi YBA dalam menjalankan pelayanan. Kontribusi dapat dimulai dari kesediaan memberikan waktu, mendengarkan, membantu, dan menjalankan tanggung jawab dengan tulus.

 

Pertemuan juga mengingatkan pentingnya menghadirkan ruang yang ramah bagi masyarakat yang sedang mengalami tekanan atau kesulitan hidup. Melalui penerimaan, pendampingan, dan hubungan yang dilandasi kepercayaan, pembelajaran Dhamma dapat diperkenalkan secara bertahap dan dekat dengan kebutuhan mereka.

 

Bagi YBA, nasihat ini menjadi pengingat untuk terus mendengarkan kebutuhan masyarakat agar kegiatan yang dihadirkan dapat membantu orang menemukan dukungan, ketenangan, dan arah dalam kehidupannya.

Doa dan Harapan untuk Para Bhante

 

Melalui kunjungan ini, YBA menyampaikan penghargaan atas keteladanan dan bimbingan Dhamma Bhante Jayamedho yang terus menginspirasi generasi muda untuk bertumbuh dalam kebajikan. Dalam momentum yang sama, YBA turut bermudita cita atas 31 vassa Y.M. Bhikkhu Viriyadharo Mahāthera dan 15 vassa Y.M. Bhikkhu Jayamedho Thera, serta kepada seluruh anggota Bhikkhu Saṅgha yang telah menyelesaikan masa vassa.

 

Semoga Para Bhante senantiasa sehat, panjang usia, berbahagia, serta semakin maju dalam praktik Dhammavinaya. Semoga keteladanan dan bimbingan yang diberikan terus menjadi pelita bagi banyak makhluk dan menguatkan semangat umat untuk belajar serta berbuat baik.

 

Bunga yang dipersembahkan akan layu pada waktunya. Semoga keteladanan Dhamma yang diterima terus tumbuh melalui tindakan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Sādhu, Sādhu, Sādhu.

 

Young Buddhist Association (YBA) Indonesia — organisasi kepemudaan Buddhis nonsektarian, didirikan 27 Mei 2016 di Surabaya, dengan semangat “Humanity Across Religion.” yba.or.id | @youngbuddhistassociation | #WeAreYoung

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *