Dharma & Realita

Home / Event / Grand Mindful Connect Jakarta Perdana Dihadiri 350 Umat, Awali Ruang Belajar Buddha Dharma Bulanan

Grand Mindful Connect Jakarta Perdana Dihadiri 350 Umat, Awali Ruang Belajar Buddha Dharma Bulanan

Minggu, 11 Oktober 2026

JAKARTA – Sebanyak 350 umat memenuhi seluruh kursi pada penyelenggaraan perdana Grand Mindful Connect Jakarta di Vihara Mudita Center, Sunter, Jakarta Utara, Minggu (11/10). Mengangkat tema “Success With Purpose”, kegiatan Young Buddhist Association (YBA) ini berlangsung bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-16 Mudita Center.

 

Pertemuan yang dijadwalkan mulai pukul 09.30 WIB tersebut menghadirkan ruang belajar bersama yang mempertemukan perspektif Buddha Dharma dengan pengalaman kepemimpinan profesional. Melalui tema kesuksesan yang memiliki arah dan makna, Grand Mindful Connect mengajak peserta melihat hubungan antara pencapaian, nilai kehidupan, dan manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.

Dua Perspektif dalam Memaknai Kesuksesan

 

Grand Mindful Connect 1 Jakarta menghadirkan Y.M. Bhiksu Bhadra Pala Mahasthavira, atau Suhu Xian Bing, selaku Kepala Vihara Mudita Center dan Dewan Pelindung Young Buddhist Association. Hadir pula Haryanto T. Budiman, Ph.D., Managing Director Consumer Banking PT Bank Central Asia, Tbk. (BCA).

 

Pertemuan dipandu oleh Limanyono Tanto, Ketua Young Buddhist Association, sebagai moderator. Kehadiran pembicara dari lingkungan keagamaan dan dunia profesional menjadi bagian dari pendekatan YBA untuk menghadirkan pembelajaran Dharma yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

Tema “Success With Purpose” dipilih untuk membuka ruang refleksi mengenai tujuan di balik berbagai pencapaian. Kesibukan dalam pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan kehidupan sosial menjadi konteks yang relevan untuk membicarakan bagaimana seseorang dapat bertumbuh dengan tetap menjaga nilai yang diyakininya.

Pintar Saja Tidak Cukup

 

Haryanto membuka pembahasan dengan menceritakan perjalanan dari keluarga sederhana hingga memperoleh beasiswa penuh dan menyelesaikan pendidikan doktoral di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Pada awalnya, kesuksesan baginya berarti memiliki kehidupan yang lebih baik daripada orang tuanya. Namun, pengalaman memasuki dunia kerja mengubah cara pandangnya.

 

“Pintar aja nggak cukup,” ungkapnya. Dunia profesional menuntut kemampuan berinteraksi dengan orang dari beragam latar belakang, menyesuaikan diri, serta terus belajar. Pencapaian akademis dan materi perlu disertai kerendahan hati agar seseorang tetap terbuka terhadap pengalaman dan pengetahuan baru.

 

Pembicaraan kemudian beranjak pada warisan yang ingin ditinggalkan. Haryanto menyampaikan keinginannya untuk dikenal sebagai mentor yang baik, membangun institusi agar menjadi lebih baik setelah ditinggalkannya, serta menjaga karakter dan kebijaksanaan. Kesuksesan pun memiliki arah yang lebih luas: membantu orang lain bertumbuh dan meninggalkan perubahan yang bermanfaat.

Mengejar Cita-Cita, Menjaga Integritas dan Rasa Cukup

 

Menanggapi pertanyaan tentang ambisi dan kemelekatan, Suhu Xian Bing menjelaskan bahwa melepaskan kemelekatan tidak berarti berhenti berusaha. Umat tetap memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan dan keluarga. Karena itu, cita-cita boleh diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, sambil menjaga agar cara mencapainya tidak merugikan orang atau makhluk lain.

 

Suhu mengangkat sosok Anāthapiṇḍika untuk menggambarkan bagaimana keberhasilan dapat membuka kesempatan berbuat baik. Kekayaan memperoleh makna melalui manfaat yang diberikan, sementara usaha tetap diperlukan untuk mewujudkan tujuan.

 

Rasa cukup juga menjadi perhatian dalam diskusi. Suhu mengajak peserta mengenali batas kebutuhan dan tidak terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain. Bahkan ketika sedang bersama keluarga, seseorang bisa kehilangan kebersamaan apabila pikiran dan perhatiannya terus tertuju pada pekerjaan.

 

Haryanto melengkapi pembahasan dengan menekankan integritas sebagai fondasi dalam berkarier. Ia juga mengajak generasi muda mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, keterampilan berinteraksi, dan daya juang. Keberhasilan orang lain dapat menjadi bahan belajar tanpa harus berubah menjadi iri hati. Dalam konteks ini, Suhu mengingatkan makna mudita, yaitu turut berbahagia atas kebahagiaan dan keberhasilan orang lain.

Kegagalan Bisa Menjadi Titik Balik

 

Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah pengalaman Haryanto menghadapi penilaian kinerja yang buruk pada awal kariernya sebagai konsultan. Di tengah kondisi tersebut, ia mendapat penugasan di Australia dalam industri yang belum dikuasainya. Dengan terbuka mengenai kesulitannya dan menerima bimbingan seorang mentor, ia berhasil memperbaiki kinerjanya.

 

Pengalaman lain muncul ketika kesempatan menjadi partner tidak kunjung terwujud. Haryanto kemudian memilih berpindah jalur ke dunia perbankan. Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan profesionalnya.

 

Melalui kedua pengalaman itu, peserta diajak melihat bahwa menghadapi kegagalan dapat berarti memperbaiki diri dan melanjutkan perjuangan, atau mengevaluasi arah lalu memilih jalan yang berbeda. Mentor, keluarga, dan orang-orang yang dipercaya dapat membantu seseorang melihat pilihan dengan lebih jernih saat sedang terpuruk.

 

Suhu Xian Bing turut mengajak peserta memeriksa motivasi di balik perjuangan. Apakah tujuan dikejar untuk bertumbuh, atau karena gengsi dan keinginan membuktikan diri lebih tinggi daripada orang lain? Mengenali niat membantu seseorang mengambil keputusan tanpa terus dibebani perbandingan dan ego.

Membawa Kesadaran dan Welas Asih ke Kehidupan Sehari-Hari

 

Menjelang akhir talkshow, pembahasan kembali pada kebiasaan yang dapat dilatih setiap hari. Suhu Xian Bing menekankan mindfulness melalui kesadaran terhadap tubuh, pikiran, dan emosi. Ia juga mengingatkan tentang anicca, atau ketidakkekalan, agar peserta lebih siap menghadapi perubahan dalam pencapaian, kedudukan, maupun kepemilikan.

 

Haryanto menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara kebijaksanaan dan welas asih. Belajar dan meningkatkan kemampuan perlu berjalan bersama kepedulian terhadap sesama. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui waktu, perhatian, dan kesediaan mendengarkan, selain bantuan materi.

 

Dialog dan pertanyaan peserta menjadikan tema “Success With Purpose” terasa dekat dengan persoalan nyata: membangun karier, menjaga hubungan keluarga, menghadapi kegagalan, serta menemukan tujuan hidup. Peserta diajak terus berusaha sambil merawat kualitas diri dan manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Momentum Ulang Tahun ke-16 Mudita Center

 

Penyelenggaraan edisi perdana ini menjadi bagian dari perayaan 16 tahun Mudita Center. Berlokasi di Jalan Bisma Raya No. 68 Blok A, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, vihara tersebut menjadi tempat bertemunya umat dalam suasana kebersamaan dan pembelajaran.

 

Kehadiran 350 umat hingga seluruh kursi terisi menjadi penyemangat bagi YBA untuk melanjutkan program ini. YBA menyampaikan apresiasi kepada para pembicara, peserta, relawan, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan.

Hadir Setiap Bulan dengan Pendekatan Applied Buddhism

 

Grand Mindful Connect Jakarta, yang juga disebut Grand MiCon Jakarta, direncanakan hadir satu bulan sekali. Setiap edisi akan mengangkat tema aktual yang dekat dengan kebutuhan masyarakat melalui pendekatan applied Buddhism, yaitu penerapan ajaran Buddha dalam menghadapi persoalan sehari-hari.

 

Program ini bertujuan membantu peserta memperoleh pemahaman dan langkah praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Dengan menghubungkan nilai-nilai Dharma dan pengalaman nyata, YBA berharap setiap pertemuan dapat menjadi ruang untuk mencari sudut pandang serta solusi yang bermanfaat.

 

Grand MiCon Jakarta terbuka bagi semua kalangan, termasuk masyarakat non-Buddhis. Keterbukaan ini menjadi bagian dari upaya YBA agar pembelajaran yang dihadirkan dapat menjangkau peserta dengan beragam latar belakang dan keyakinan.

Membuka Ruang Kerelawanan dan Kolaborasi

 

Seiring pengembangan program bulanan tersebut, YBA membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai relawan bersama tim YBA Chapter Jakarta. Para relawan dapat berkontribusi melalui waktu, ide, keterampilan, dan pengalaman untuk mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

YBA juga menyambut kolaborasi dan kerja sama yang memberikan manfaat bagi semua pihak. Melalui keterlibatan komunitas, organisasi, dan berbagai mitra, kerja sama ini diharapkan dapat memperluas jangkauan kegiatan serta mendukung perkembangan Buddha Dharma yang semakin maju dan relevan di bumi Nusantara.

 

Masyarakat yang berminat menjadi relawan atau menjajaki kolaborasi dapat menghubungi YBA melalui pesan langsung di media sosial resminya.

 

Dari pertemuan perdana yang dihadiri 350 umat ini, Grand MiCon Jakarta akan melanjutkan ruang belajar bersama pada edisi berikutnya. YBA mengundang masyarakat untuk ikut hadir, berbagi gagasan, dan mengusulkan tema yang ingin dibahas dalam pertemuan mendatang.

 

Young Buddhist Association (YBA) Indonesia — organisasi kepemudaan Buddhis nonsektarian, didirikan 27 Mei 2016 di Surabaya, dengan semangat “Humanity Across Religion.” yba.or.id | @youngbuddhistassociation | #WeAreYoung

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *